Program: Program Konversi Bahan Bakar Minyak ke Gas PLTDG Pesanggaran PT PLN Indonesia Power UBP Bali
Sejak awal operasi PLTDG Pesanggaran sebelumnya beroperasi dengan bahan bakar minyak yaitu HSD (High Speed Diesel) dan MFO (Marine Fuel Oil) yang merupakan bahan bakar fosil berbasis hidrokarbon yang memiliki tingkat emisi udara yang tinggi untuk komponen CO, CO2, SO2, NOX. Sebagai upaya menekan emisi udara yang dihasilkan maka, dilaksanakan Program konversi bahan bakar Pembangkit PLTDG Pesanggaran yang semula beroperasi dengan minyak diganti dengan bahan bakar gas (LNG-Liquified Natural Gas) yang disupplay dari Bontang, PT Badak NGL, yang merupakan pembangkit pertama di Bali beroperasi dengan gas.
Bauran energy di Sistem Bali didominasi pembangkit berbahan bakar fosil yang memiliki tingkat emisi yang tinggi, salah satu upaya yang dilakukan PT PLN Indonesia Power UBP Bali Unit Pesanggaran dilakukan peremajaan pembangkit di Tahun 2015 yang mampu beroperasi dengan dual fuel yaitu minyak dan gas.PLTDG Pesanggaran merupakan pembangkit dengan teknologi modern yang memiliki tingkat pembakaran yang baik sehingga diperoleh tenaga hasil pembakaran yang optimal, yang prosesnya diatur secara automatis. Sejak April 2016 PLTDG Pesanggaran telah beroperasi dengan menggunakan bahan bakar gas (LNG), sehingga diperoleh penurunan yang siginifikan terhadap emisi gas rumah kaca dan gas konvensional. Infrastruktur konversi gas yang terpasang merupakan skala mini gas LNG pertama di Indonesia yang diresmikan oleh Presiden RI Bapak Jokowi pada tanggal 11 Juni 2016.
- Tujuan
- Konversi Bahan Bakar Minyak Menjadi Gas Yang Lebih Ramah Lingkungan Untuk Pengoperasian PLTD/G Pesanggaran
- Sasaran
- Pemeliharaan Kehandalan Peralatan Gasifikasi Untuk Penurunan Emisi Sebesar 300 Ton CO2
- Tahun
- 2017
- Anggaran
- IDR 2.081.000.000